Kategori

Berita Terbaru

"Beribadah" Sesuai Kehendak Allah (1)

Array

Saco-Indonesia.com, Sudah kita fahami bersama bahwa tugas pokok hidup manusia di dunia ini adalah beribadah kepada Alloh, dan kita ketahui pula bahwa melaksanakan ibadah itu harus benar , artinya benar sesuai perintah dan petunjuk dari Alloh dan Rasulnya, maka agar ibadah kita ini tidak sia-sia , tidak musfro (tidak ada hasilnya) tetapi benar-benar diterima oleh Alloh, mendapatkan pahala dan dibalas Surga, maka terlebih dahulu kita tahu dan memahami peraturan2 dan garis2 dari Alloh dan Rasululloh SAW yang tertulis didalam  Al-Quran dan Al-Hadist ,

Al-Quran à sebagai Huda Linnas هُدًى لِلنَّاسِ= petunjuk bagi manusia dan Basyoirulinnas بصائرللناس = peneropong bagi manusia.....

Al-Hadist à Sebagai contoh dan peraktek ibadah yang telah dikerjakan oleh Rasululloh SAW .

Maka dengan memahami isi Quran dan Hadist kita dgn jelas kita bisa membedakan antara yg perintah dan larangan, antara yg haq dan yang batal, antara yg pahala dan dosa, antara yg halal dan harom dllsb. Disamping itu didalam melaksanakan ibadah kita yakin dan mantap bahwa ibadah yang kita kerjakan ini pasti benarnya, pasti syahnya, pasti diterima Alloh dan yakin di balas Surga ........ firman Alloh dalam Al-Quran surat Al- Anam ayat 153

وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya:

Dan sesungguhnya ini (Al-Quran) adalah jalan-Ku (Alloh) yang benar maka ikutilah Al-Quran dan jangan mengikuti beberapa jalan (selain Al-Quran) maka beberapa jalan itu akan memisahkan kamu dari jalan Alloh, Demikian itu Alloh wasiat padamu agar kamu bertaqwa.

Dan firman Alloh lagi dalam surat Al-Imran 31

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي ; يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Artinya: Ktakanlah (Muhammad) jika kamu cinta pada Alloh maka ikutilah aku (nabi) maka Alloh akan cinta kepadamu dan mengampuni dosa kamu. Adapun Alloh Maha Pengampun lagi Penyayang.

Dan sabda Rasululloh SAW dalam riwayat Malik Muwatto’

تَرَكْتُ فِيكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللَّهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ

Artinya: Telah kutinggalkan padamu 2 (dua) perkara yg kamu tidak akan tersesat selama berpegang teguh dengan 2 perkara tersebut yaitu : KITABULLOH (Al-Quran) dan sunnah nabiNya (Al-Hadist)

Dan sebaliknya dalam melaksanakan ibadah jangan sekali-kali berdasarkan keyakinan dan pendapat sendiri atau pendapat seseorang atau menurut keyakinan orang dalam melaksanakan ibadah, dengan kata lain hanya berdasarkan tulisan- tulisan atau kitab-kitab selain Quran dan Hadist yg belum jelas kebenarannya dan tidak ada jaminan kebenaran dari Alloh dan rasulnya yg akibatnya pasti akan menyimpang dari jalan kebenaran, maka ini pasti menjadi orang yg tersesat, menjadi orang yang dalam Al-Quran disebut “عَامِلَةٌ نَاصِبَةٌ = amalanya membuat musibah berdasarkan firman Alloh dalam Al-Quran surat Al-Anam 116

وَإِنْ تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ

Artinya: Dan jika kamu (muhammad) mengikuti kebanyakan orang yg ada diatas bumi mereka akan menyesatkan mu dari jalan Alloh. Tidak ada mereka kecuali hanya mengikuti perasangkaan sendiri dan hanya berbuat dusta.

Dan ada lagi firman Alloh dalam surat Al-Baqoroh 79

وَيْلٌ لِلَّذِينَ يَكْتُبُونَ الْكِتَابَ بِأَيْدِيهِمْ ثُمَّ يَقُولُونَ هَذَا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ لِيَشْتَرُوا بِهِ ثَمَنًا قَلِيلًا فَوَيْلٌ لَهُمْ مِمَّا كَتَبَتْ أَيْدِيهِمْ وَوَيْلٌ لَهُمْ مِمَّا يَكْسِبُونَ

Artinya: maka neraka Wail bagi orang2 yg menulis kitab dengan tangan mereka dan mereka mengatakan bahwa ini dari sisi Alloh,mereka menukarkan/ menjual kitab Alloh dengan harga yg sedikit (demi kepentingan dunia) maka neraka wail bagi mereka yang menulis kitab dengan tangan mereka dan neraka wail pula bagi yang mengerjakannya.

Dengan  demikian ........  kita sebagai umat Islam harus menyadari bahwa bicara masalah agama dan masalah ibadah tidk dapat diukur dengan landasan pemikiran manusia.

Jika Alloh dan Rasulnya telah menetapkan bahwa itu benar........ kendatipun kebanyakan orang mengatakan salah...... dan akal kita tidak dapat menerimanya, akan tetapi itulah yang benar..........

Demikian pula sebaliknya jika Alloh dan RasulNYa telah perintahkan suatu perkara maka harus diterima seutuhnya...... dan apa adanya.... tidak boleh ditambah ataupun di kurangi sebab apa... menambah urusan ibadah berart BID”AH dan mengurangi urusan ibadah adalah KHIANAT........

Semoga nasehat ini bermanfaat bagi kita semua.................................

Oleh : H. Dar(ldii)

Editor:Liwon Maulana(galipat)

Sumber:Al'Quran & Al'Hadist

 



Tag Terpopuler

Anvispreicom Tunasclothingcom Megaconprecastcom Hidprovisionplusnet Pertaminibiz Arsiconcom Infohajicom Umrohwisatamuslimcom Demadu.com Jualmesinbatako.com Www.konveksi-seragam.net Daftarumrohhaji.com Tokotelurcom Spreicipadu.com Grosirherbal-indo.com Firden.com Kaoscustommurah.com Produknasa Groupsapcom Kurirnusantara.com
paket umroh hemat dan murah